Mari Berpikir tentang kebijakan pemerintah terkait Subsidi BBM

Sumber : kompas, rabu 19 juni 2013


20/06/13 kebijakan pemerintah dalam melakukan penyesuaian harga bbm bersubsidi ini menjadi sebuah pro dan kontra di masyarakat. Saya mau mengajak teman – teman untuk berpikir cerdas dan global mengenai ini. Artikel kompas rabu 19 juni yang dibuat oleh kementrian keuangan republik indonesia tentang kebijakan ini.

Pertama, kebijakan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas perekonomian secara keseluruhan. Dampak tingginya subsidi terjadi sebuah defisit pada neraca berjalan. Sebagai konsekuensinya adalah pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini. Selain itu peringkat kredit negara kita terlepas dari penilaian lembaga berwenang tersebut.

Kedua, beban subsidi bbm merupakan bentuk ketidakadilan antar generasi. Sementara generasi sekarang menikmati bbm yang ketersediaannya semakin menipis dengan harga yang sangat murah karena besarnya subsidi yang diberikan, generasi yang akan datang akan dihadapkan pada kenyataannya semakin langkanya ketersediaan bbm dan bahkan menanggung impor bbm yang sangat besar. Generasi sekarang menikmati subsidi bbm at all cost sementara hanya sedikit ketersediaan bbm yang dapat diwariskan.

Ketiga, subsidi bbm lebih banyak dinikmati oleh golongan masyarakat mampu. Berdasarkan data susesnas 2008, 77% subsidi bbm dinikmati oleh kelompok golongan masyarakat mampu yang jumlahnya hanya 25% dari rakyat indonesia. Sementara golongan tidak mampu hanya menikmati 15% dari total subsidi bbm. Oleh karena itu subsidi bbm perlu dialihkan ke bentuk subsidi yang tepat sasaran.

Keempat, subsidi bbm yang semakin besar menimbulkan sebuah distorsi ekonomi yang telah menyebabkan mandegnya upaya pengembangan sumber daya terbarukan dan ramah lingkungan, polusi meningkat serta penyelundupan bbm yang sangat banyak sekali saat ini.
Kelima, beban subsidi bbm yang besar akan menyandera apbn kita sehingga menjadi kendala bagi pembangunan infrastruktur dalam rangka mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada sumber sumber yang lebih berkesinambungan. Ketersediaan infrastruktur yang memadai akan mendorong meningkatnya kapasitas produksi sekaligus mendorong daya saing ekonomi nasional.


Dengan proses ini pemerintah siap melakukan perluasan program raskin, program keluarga harapan, bantuan siswa misikin dan pemabngunan infrastruktur serta bantuan langsung sementara. Semoga program – program penyeimbang ini langsung mengenai sasaran yang tepat !

Post a Comment

0 Comments