Salam Jakarta ku !!!
memang bener jakarta identik dengan kemacetan, banjir, kriminal dan semuanya berbayar tapi saya mencoba tidak mengulas sisi negatifnya namun positifnya karena udah kebanyakan negatif sekarang yuk kita mulai bersyukur layaknya seorang hamba yang diberikan amanah oleh tuhannya untuk mensyukuri apa yang terjadi.
Akhir – akhir ini saya sering
berpikir bagaimana kalau kita mencoba jadi orang yang ideal dengan mengikuti
peraturan – peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah kita. Berawal dari
mentaati lampu lalu lintas deh atau rambu – rambu yang ada di jalan. Sepanjang saya
mengikuti sih enjoy ajah dan akhirnya merasakan bagaimana idealnya seorang
warga dalam menjalani kehidupan. Sering sekali ketika kita mau seperti itu
namun sekeliling kita malah memberikan contoh negatif sehingga naluri kita
terbawa ke negatif juga. Bagi saya itulah tantangan saya di umur ya sudah
lumayan tua lah ya hehe. Bagaimana kita tetap konsisten dengan komitmen hati
kita tanpa juga melihat pertimbangan logika.Macet ?! hmm... banyak alasannya kenapa bisa macet bisa karena padat kendaraan tapi bisa juga karena perilaku pengendaranya kadang – kadang melanggar- kecelakaan dan akhirnya buat macet. Terkadang juga memanfaatkan jalan untuk kepentingan sendiri dan jadilah macet. Kasihan tau pemerintah selalu kita salahkan sementara kita ? ayo apa yang kita lakukan ? hehe... ayolah mulai dari sekarang berpikir positif dan yuuk kita bantu pemerintah dengan kedewasaan kita sebagai makhluk yang sudah dewasa. 21 tahun bagi saya harus belajar banyak karena inilah tahun saya memulai sebagai makhluk dewasa yang memiliki pegangan “berpikir sebelum bertindak”
Jakarta asik lohh... Memang macet
punya jakarta ajah engga kali di beberapa negara bahkan lebih parah dan kita
bersyukur ada yang lebih parah daripada kita hehehe. Tapi bukan itu yang saya
maksud tapi bagaimana kemacetan itu kita gunakan sebagai wadah untuk
berpositif. Terkadang sambil macet saya berpikir dan akhirnya melakukan “self
dialogue” terkadang sih jadi down tapi lebih banyak jadi semangat. 2010 saya ke
bangkok itu lebih parah macetnya wihh serem laah. Macet udah kita lanjut
asyiknya jakarta lagi yaitu murah – murah . wisata kulinernya beragam murah dan
dapat ketemu dimana saja. Ongkos cuci mobil, servis apalah itu juga murah dan
kita diberikan sajian tempat sesuai kualitas yang kita mau. Mau mahal ada mau
hemat juga ada. Jadi..... ya nikmati saja jakarta asyik kok kalau pikirannya
positif dan jangan kalah sama negatif kita. . #asyiknya #jakarta
2 Comments
Tulisan pertama yang nyata muncul hehehe
ReplyDeletenice blog :')
ReplyDelete